Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat mengadakan Seminar Nasional Pariwisata 2026 dengan mengangkat tema “Strategi Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Menggerakkan Potensi Desa Wisata/Nagari Wisata di Provinsi Sumatera Barat, Kamis (17/9) di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, M.A Kampus I Padang.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Rektor UM Sumatera Barat diwakili Wakil Rektor III Dr. Ahmad Lahmi, M.A, Ketua Panitia Eddi Novra, S.ST.Par, M.Par, Dekan Fakultas Pariwisata Moch. Abdi, S.E, MM, Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Pariwisata dr. Lila Yanwar, MARS, Ketua Umum Forwana Sumatera Barat Zul Arifin Dt. Parpatiah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Sumatera Barat Madianur, S.E, S.H, MM, Walinagari dan Pokdarwis serta stakeholder terkait lainnya.
Ketua Panitia Eddi Novra, S.ST.Par, M.Par dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut secara khusus mengundang seluruh Wali Nagari di Sumatera Barat, Pokdarwis dan Dinas Pariwisata di Sumatera Barat. Dirinya menyoroti, selama ini pariwisata di Sumbar belum terintegrasi dengan baik. “Dengan adanya kegiatan seminar ini semoga terintegrasi dengan baik dan kita bisa melakukan pemetaan potensi-potensi wisata, semoga kegiatan ini bisa menjembatani bagaimana meningkatkan perkembangan dari destinasi wisata,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pariwisata UM Sumatera Barat, Moch Abdi, SE, MM, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong perkembangan sektor pariwisata Sumatera Barat melalui pemetaan potensi yang terdapat di setiap nagari atau desa. Menurutnya, masing-masing nagari memiliki karakteristik, sumber daya, kekayaan budaya, dan daya tarik tersendiri yang dapat dikembangkan sebagai keunggulan pariwisata apabila dikelola secara tepat.
“Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengembangkan dan menggerakkan potensi nagari atau desa wisata di Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemetaan potensi menjadi tahapan penting untuk mengidentifikasi keunggulan sekaligus kebutuhan yang diperlukan dalam pengembangan suatu destinasi. Melalui ketersediaan data dan pemetaan yang memadai, pengembangan pariwisata di tingkat nagari diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan strategis, bukan sekadar berjalan secara sporadis.
Seminar dan workshop tersebut turut mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pariwisata, di antaranya akademisi, pemerintah, pelaku usaha, perbankan, komunitas, serta pemangku kepentingan di tingkat nagari. Pertemuan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi dalam membangun nagari wisata yang tidak hanya memiliki daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, UM Sumatera Barat mendorong penguatan pengembangan pariwisata berbasis nagari dengan menempatkan masyarakat setempat sebagai unsur penting dalam pembangunan destinasi. Potensi nagari dapat menjadi kekuatan pariwisata apabila dipetakan, dikelola, dan dikembangkan melalui kerjasama berbagai pihak. (tia)